Breaking News

TUTORIAL BLOG

Tampilkan postingan dengan label Student. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Student. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 September 2018

Wisuda Periode IV 2017/2018





Congrat to 14 Wisudawan/ti Periode IV Th 2017/2018 Prodi Bki Kalijaga UIN Sunan Kalijaga Pada 05-05 Sept 2018. Semoga menjadi alumni yang mampu membesarkan nama Prodi BKI melalui kiprah dan karyanya di masyarakat.
Semoga sukses dalam karis dan kehidupannya ke depan. Aamiiin

Read more ...

Selasa, 04 September 2018

Tip dan Trik Menembus Dunia Kerja Bagi Calon Wisudawan/ti BKI 2018

Tip dan Trik Menembus Dunia Kerja
Bagi Calon Wisudawan/ti BKI 2018
Pada wisuda periode IV tahun akademik 2017/2018 ini, Bki Kalijagameluluskan 14 orang terbagi dari angkatan 2014, 2013 dan 2012. Semuanya merayakan kebahagiaan.
Pada moment ini Selasa 04 Sept 2018, mereka dibekali pelatihan Tip dan Trik menembus Dunia Kerja ole Psikolog BKI, Ibu Citra Widiyastuti, M.Psi.




Kegiatan ini digagas oleh Klinik Konseling Islam dimana Program salah satunya pencegahan stress menghadapi dunia kerja.
Terima kasih pada semua pihak yang membantu terselenggaranya agenda ini. Khususnya Bu Citra dan Fasilitator Klinik Konseling Islam BKI Kalijaga
Read more ...

Pembekalan PPL BKI 2018


 
Ada 84 mahasisiswa angkatan 2015, dan 1 orang 2014. Terbagi ke dalam 17 lokasi PPL. 14 di Jogja (school, PRSW, RSBKL, Panti, RS dan Lapas). Serta 3 Lokasi di UPM, MAINS, dan Al Jenderami Malaysia.
Kegiatan ini dilaksanakan pasca pelepasan calon wisudawan/ti periode IV Tahun Akademik 2017/2018, tepatnya pada Senin siang jam 13.30-16.00 di Theatrikal Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Mahasiswa semester 7 ini, sedang of fire, karena baru pulang tugas dari perjuangan KKN di berbagai pelosok Jogja. Bahkan mereka belum sempat pulang ke rumah. Jadi sedang semangat semangatnyaengabdi untuk masyarakat.
Selamat berjuang ya pulang KKN tetap semangat keep fighting gas pol deh.. Karena perjuanganmu menentukan prestasimu. Begitulah atmosfir studi di BKI Kalijaga, mereka terus dimotivasi agar jadi lulusan terbaik.
Selama dua bulan full mereka akan melakukan Praktek Pengalaman Lapangan, baik lokal maupun internasional. Besoknya lepas pembekalan mereka harus survei ke lokasi sekaligus menyusun program kerja terkait apa saja tugas yang harus dilakukan selama 2 bulan. Sementara yang 12 orang peserta PPL internasional harus menyiapkan proposal penelitiannya sebelum terbang pada 26 September mendatang.

Terima Kasih Pada Pak Bro Nailul Falah dan Pak Zaen Musyrifin yang telah membekali mereka dengan sangat baik dari awal sampai akhir. begitu penuturan Kaprodi BKI A. Said Hasan Basri.

Read more ...

Senin, 03 September 2018

PELEPASAN CALON WISUDAWAN/TI PERIODE IV 2018

 

Pada pelepasan calon Wisudawan/ti pada periode IV tahun ini diikuti oleh 100 orang calon. 14 di antaranya dari Prodi BKI. Calon Wisudawan/ti terbaik pada periode IV ini adalah Risfi dari MD dengan IPK 3.84, sedangkan wisudawati terbaik dari BKI adalah Puput Sahara dengan IPK 3,79 dan termasuk lulusan tercepat, 3 tahun 6 bulan. Kali ini Prodi BKI hanya meluluskan 14 orang karena yang terbanyak lulus pada wisuda periode II dan III. BKI selalu menempati urutan teratas dalam jumlah lulusan tercepat selama dua tahun terakhir. Rekor terbaru pada wisuda periode II 2017 kemaren adalah 3 tahun dua bulan.
Pada pelepasan kali ini seperti biasa, lima wisudawati terbaik mendapatkan sertifikat sebagai lulusan terbaik. Kaprodi BKI A Said Hasan Basri yang memberikan sertifikat langsung kepada lulusan dari BKI si Puput Sahara. Setelah sebelumnya. Sambutan oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi dan sambutan dari wisudawati terbaik. Dia menyampaikan bahwa kita semua adalah pemenang. Saya menjadi terbaik Karen prioritas saya aadalah belajar dan menyiapkan ujian dengan baik, tetapi saya tidak punya pengalaman organisasi ataupun bekerja. Jadi teman-teman semua adalah terbaik dari prioritas-prioritas yang telah diraih saat ini. Saya hanya terbaik dalam IPK, tetapi tidak dengan organisasi atau pengalaman kerja, jika disbanding dengan kawan yang lain. Jadi kita jangan berkecil hati kita adalah pemenang. Begitulah sambutan wisudawati terbaik dari MD ini.
Tampil sebagai pembicara dari perwakilan wali lulusan terbaik adalah Ayahanda dari Puput Sahara. Beliau mendorong semua lulusan untuk bisa membanggakan kedua orangtuanya masing-masing di masyarakat. Sedangkan narasumber yang dihadirkan pada pelepasan kali ini adalah saudari Lia Khotijah, M.Pd.I. Alumni Prodi BKI, karena dia sudah tampil sebagai sosok yang menjadi entrepreneur dalam beberapa usaha yang dikembangkannya.

Read more ...

Minggu, 02 September 2018

SOSPEM MABA 2018


Pada tahun ini SOSPEM (Sosialisasi Pembelajaran) Fakultas Dakwah dan Komunikasi diikuti oleh 425 Maba dan 8 orang mahasiswa lama yang belum ikut SOSPEM. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari sejak Kamis 30 Agustus, sampai Sabtu 01 September, terbagi menjadi  14 kelas, dengan melibatkan 28 dosen di Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang menjadi narasumber. Khusus untuk BKI menempati Ruang 304 yang dipandu Kaprodi A Said HAsan BAsri, dan 305 yang dipandu Sekprodi Nailul Falah. Sedangkan sisanya dicampur dengan lima prodi menempati ruang 301. Jadi ada tiga kelas khusus untuk Prodi BKI.

Materi kegiatan ini berisi core value, kurikulum, system dan metode pembelajaran dan soft skill, pilar kebangsaan, character dan counter of violence.

Sebagai remaja yang baru lulus dari SLTA mereka betul-betul polos dan belum banyak pengalaman, sehingga memasuki Perguruan Tinggi harus mendapatkan orientasi dan pengenalan yang memadai, agar langkah mereka ke depan bisa lebih baik.

Kesan yang mereka sampaikan di akhir kegiatan Sospem, mereka merasa senang dan bahagia, karena materi yang mereka terima betul-betul baru yang membuat mereka meraya yakin dan percaya diri untuk menyongsong sukses di masa depan, khususnya dalam bidang akademik.
Read more ...

MABA BKI 2018 IKUT PBAK

Satu Minggu kemaren Maba seluruh UIN Sunan Kalijaga melakukan orientasi memasuki gerbang kuliah (PBAK). Kegiatan tersebut berlangsung sejak  hari Senin 27 Agustus 2018 sampai Rabu 29 Agustus 2018. Mereka dipandu oleh kakak-kakaknya. Tidak terkecuali Maba BKI 2018. Ada 77 MAhasiswa Baru BKI pada tahun ini, dan 3 di antaranya berasal dari Malasya (Perak dan Serawak). Ke 77 Maba BKI Sunan Kalijaga tersebut berhasil lolos seleksi masuk Perguruan Tinggi, mengalahkan 2232 orang dari jalur SPANPTKIN, 898 dari Jalur UMPTKIN dan 280 dari jalur Mandiri. Artinya mereka menyisihkan 3410 orang yang mengikuti seleksi masuk di Prodi BKI Kalijaga pada tahun 2018.


Tingginya peminat BKI ini adalah prestasi tersendiri yang patut dibanggakan dipertahankan dan ditingkatkan. Prestasi ini tentu tidak lepas dari peran seluruh elemen, baik Kasekprodi, Dosen, Mahasiswa dan Stakeholder, yang telah bekerjasama dalam pengembangan BKI melalui kegiatan dan even baik local, nasional maupun internasional. Apalagi keberadaan media teknologi informasi dewasa ini, turut serta membantu dikenalnya Prodi BKI ini.

Demikian penuturan Kaprodi BKI A. Said Hasan Basri pada mahasiswa BAru yang disampaikan pada hari Selasa lalu di ruang 310 dalam rangka PBAK bersama ketua HMPS BKI Indra Gunawan.
Read more ...

Kamis, 17 Mei 2018

LAUNCHING ISLAMIC COUNSELING CLINIC



Launching Klinik Konseling Islam
Lembah Kali Gajahwong, 16/5/2018) Hari ini merupakan hari yang sangat dinantikan oleh seluruh elemen di Fakultas Dakwah dan Komunikasi yaitu launching Klinik Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Klinik Konseling Islam merupakan salah satu Unit Layanan dalam Bimbingan dan Konseling Islam di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Harapannya, dengan adanya Klinik Konseling Islam ini dapat menjadi media terapi bagi civitas akademika di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Klinik Konseling Islam didirikan pada bulan Februari tahun 2018 dan diresmikan pada hari ini tanggal 16 Mei 2018 dengan diinisiasi oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam. Kaprodi BKI A Said Hasan Basri sudah sejak lama mensoundingkan keberadaan klinik konseling ini ke pihak pimpinan Fakultas agar bisa menjadi media pelatihan bagi mahasiswa BKI serta menjadi media untuk mendapatkan bantuan konseling bagi seluruh mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogykarta. Sebenarnya sejak lama sudah dirancang, karena belum memiliki ruangan representative sebagai tempat konseling, maka sejak 2014 sudah diawali dengan adanya konseling sebaya yang berada di bawah divisi konseling Laboratorium BKI. Akan tetapi karena belum memiliki tempat dan konselor bersertifikat, akhirnya tertunda hingga kini.


Sejak awal Kaprodi BKI telah merancang klinik konseling ini untuk diisi oleh perwakilan unsur-unsur mahasiswa. Sehingga dalam proses pendirian, Klinik Konseling Islam melibatkan tiga elemen yaitu Pengurus Harian Badan Otonomi Fakultas Biro Konseling Mitra Ummah (BOM-F BK Mitra Ummah), Pengurus Harian dan Divisi Intelektual Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (HMPS BKI), dan Divisi Konseling Laboratorium Bimbingan dan Konseling Islam (Lab. BKI). Pengadaan Klinik Konseling Islam bukanlah hal yang ringan. Ketiga elemen yang ada di Klinik Konseling Islam turut berjuang untuk mendapatkan ruangan konseling yang representatif yang mampu menjaga pirvasi konseli atau klien.


Sejak awal Kaprodi mengundang utusan-utusan mahasiswa ini, dan dibentuk kepengurusan, hingga rapat akhir sampai terbentuknya organisasi pengelolaan klinik konseling Islam ini. Seluruhnya dikomandoi oleh Kaprodi BKI. Baru setelah struktur kepengurusan terbentuk. Kemudian Kaprodi menyerahkan wewenang pengelolaan kepada pengurus tersebut.

Kegiatan launching dilaksanakan di Taman Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Acara launching ini dipandu oleh Nur Wahyudi Mahasiswa BKI Angkatan 2015 dan Shovia Syamsi Hadaria Mahasiswa BKI Angkatan 2015. Acara ini dibuka dengan tampilan tari Zapin Melayu oleh mahasiswa BKI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dilanjutkan dengan penampilan video profil Klinik Konseling Islam.

“Klinik Konseling Islam yang di-launching hari ini bukanlah akhir dari semuanya, tetapi langkah awal kita untuk memulai hal baru dan memperjuangkan keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam. Untuk asisten konselor yang ada teruslah solid sehingga Klinik Konseling Islam yang baru memulai meniti langkah ini bisa terus dikenal di kalangan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta” ujar Direktor Klinik Konseling Islam, Bapak Moh. Khoerul Anwar. Langkah awal ini juga dilanjutkan oleh Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, Bapak A. Said Hasan Basri yang mengatakan bahwa, “Klinik ini terus mengembangkan ranah keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam yang didukung oleh PABKI. Walaupun asisten konselor belum ahli tetapi mengahlikan itu sebagai usaha untuk mengembangkan keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam. Dengan adanya Induksi Asisten Konselor yang diadakan sebelumnya mampu membekali calon-calon asisten yang telah dipilih. Berbanggalah kalian yang terpilih menjadi asisten konselor karena karena orang pilihan dan kembangkan terus potensi dan kemampuan kita”. Para asisten konselor yang mengisi operasional harian klinik akan di back up oleh psikolog BKI yakni ibu Citra, M.Psi.

“Dengan adanya Klinik Konseling Islam, harapannya bisa menjadi wadah bagi seluruh elemen di Fakultas Dakwah dan Komunikasi untuk membantu setiap insan yang memiliki masalah dalam menjalani kehidupannya” ujar Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Dr. Nurjannah. Harapan besar ini hendaknya terus digelorakan sehingga mampu meningkatkan akreditasi khususnya program studi Bimbingan dan Konseling Islam dan terus diperjuangkan ke tingkat universitas.

Acara launching ditutup dengan penanda tanganan lembar pengesahan Klinik Konseling Islam dan pelepasan balon bertuliskan ICC FDK. Semoga dengan launching ini terus bisa menebar semangat dalam membantu setiap insan di sekitar kita. Acara dilanjutkan dengan pemotongan pita dan anjangsana ke Klinik Konseling Islam. Acaranya ditutup dengan penampilan akustik dari mahasiswa BKI Angkatan 2017.

Harapannya, dengan launching Klinik Konseling Islam di bawah Fakultas Dakwah dan Komunikasi ini terus menggelorakan bimbingan dan konseling Islam sehingga bisa membantu orang yang ada di sekitar baik yang memiliki permasalahan seputar pribadi, sosial, karier, dan akademik.

Read more ...

INDUKSI ASISTEN KONSELOR

Induksi asisten konselor untuk operasional Klinik Konseling Islam ini dilakukan ole Kaprodi BKI A. Said Hasan Basri dan Direktur Klinik Konseling Islam Bapak Moh. Khaerul Anwar.
Kegiatan ini dilakukan pada 9 Mei 2018 terhadap 20 asisten konselor dan pengurus. Acara ini juga dihadiri Penanggung Jawab Klinik Bapak Nailul Falah, sedangkan Konselornta Ibu Citra Psikolog sedang ada acara di semarang.


Acara ini adalah bagian dari road to launching next Wenesday....@kkiuinsuka.


Bapak Said menyampaikan 3 hal pokok, yakni modalitas empirik sebagai pegangan. Kedua fokus pada client centered, ketiga berlatih sesering mungkin pakai role playing. Dan angkatan 2015 hendaknya jadi contoh dan membimbing angkatan 2016 yg belum pernah mikro konselin.


Sedangkan Pak Irul menyampaikan pokok2 ketika melakukan konseling individu.
Acara ini dimulai pukul 13.00 sampai selesai.






Read more ...

ISLAMIC YOUNG COUNSELOR CAMP


Islamic Young Counselor Camp 2018 telah digelar dari tanggal 5-6 Mei 2018. Acara ini dilatar belakangi dengan generasi millenial merupakan generasi yang lahir pada era 80-90an. Banyak sekali istilah yang populer pada generasi ini dengan karakternya yang berani, inovatif, modern, kreatif, dan memiliki rasa optimisme dan kemauan untuk bekerja dengan kompetitif, terbuka, dan fleksibel. Melihat kondisi tersebut tentunya generasi millenial ini memiliki permasalahan ekonomi, lingkungan, dan permasalahan lainnya. Untuk itu, diperlukan mempersiapkan cara atau alternatif dalam menangani problematika pada generasi  millenial  tersebut  yang  salah  satunya  persiapan  konselor  muda yang sebaya. Konselor sebagai orang yang berperan membantu menyelesaikan masalah dituntut untuk memahami kondisi fisik dan psikis setiap orang atau konseli. Konselor millenial merupakan konselor yang paham akan kondisi dan situasi pada generasi millenial itu sendiri.
Menyikapi fenomena tersebut, HMPS BKI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan suatu kegiatan Islamic Young Counselor Camp 2018 dengan tema “Optimalisasi  Peran  Konselor  Islam  dalam Menghadapi Era Millenial”. Kegiatan   ini diinisiasi dari program  kerja Divisi  Intelektual  Himpunan  Mahasiswa  Bimbingan  dan  Konseling Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Periode 2018/2019 yang diikuti oleh mahasiswa Bimbingan dan Konseling dan Bimbingan dan Konseling Islam se-Indonesia. Kegiatan ini merupakan wujud alternatif yang diberikan dalam mempersiapkan konselor muda yang paham akan generasi millenial sehingga bisa mengatasi problematika yang ada dalam generasi millenial.

Kegiatan Islamic Young Counselor Camp 2018  dilaksanakan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Acara ini dibuka dan ditutup oleh Kaprodi Bki Kalijaga  A Said Hasan Basri. Kegiatan ini terdiri dari tiga sesi yaitu Workshop Session, Essay Symposium dan Fun Activity Session. Pada Workshop Session ini bertujuan untuk membekali konselor dengan beberapa materi yang disampaikan oleh para pemateri yang konsen di bidang Bimbingan dan Konseling Islam. Dalam workshop session ini diisi oleh beberapa pemateri yang ahli di bidangnya. Diawali oleh materi pertama mengenai pengenalan bimbingan dan konseling Islam dalam pandangan Al-Quran dan Hadist yang disampaikan oleh Ibu Dr. Nurjannah, M.Si. Dilanjutkan dengan materi kedua yang disampaikan oleh Ibu Sri Suwartini, M.Pd.I. yang menjelaskan materi tentang praktik konseling Islam. Acaranya tidak sampai disini saja dilanjutkan oleh pemateri yang ditunggu-tunggu yaitu Bapak Dr. Anwar Sutoyo, M.Pd. Beliau menjelaskan mengenai menjadi konselor Islam.
Acara ini pun berlangsung sampai menjelang magrib. Setelah magrib pun berlanjut dengan jalan-jalan keliling Malioboro untuk mengenalkan Yogyakarta sebagai kota pelajar dan tempat wisata.
Acarapun masih berlanjut keesokan harinya dengan materi public speaking for islamic counselor yang diisi oleh Bapak Abdul Latif, M.Pd. beliau menjelaskan bahwa public speaking itu penting bagi seorang konselor itu karena konselor itu harus memiliki pola komunikasi yang bagus dalam berkomunikasi. Selanjutnya, materi diisi oleh Bapak Moh Khoerul Anwar yaitu menjadi konselor yang mengerti era millenial. Konselor millenial itu penting karena paham situasi saat ini.
Acarapun ditutup dengan sesi penyampaian pesan dan kesan selama acara dan penyampaian peserta terbaik dan esai terbaik. Untuk peserta terbaik atas nama Nikmah dari IAIN Jember dan esai terbaik jatuh kepada Firda dari UIN Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiwa BKI dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Sunan Ampel Surabaya, IAIN Purwokerto, IAIN Jember, dan Komunikasi dan Konseling Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Harapannya, kegiatan ini bermanfaat sebagai ajang pengenalan dan edukasi Bimbingan dan Konseling Islam kepada perguruan tinggi umum, sebagai media persiapan dan latihan konselor Islam dalam menghadapi era millennial dan sebagai wadah untuk meningkatkan silaturrahmi mahasiswa Bimbingan dan Konseling dengan Bimbingan dan Konseling Islam.

















Read more ...
Designed By